SINGKIL – Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel, jajaran pimpinan Mahkamah Syar’iyah Singkil mengikuti agenda koordinasi penting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Senin, 2 Februari 2026.

Kegiatan yang melibatkan seluruh satuan kerja Mahkamah Syar’iyah se-Aceh ini dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Media Center MS Singkil.
Fokus pada Kepatuhan dan Standar Akuntansi
Hadir dalam pertemuan virtual tersebut, Sekretaris MS Singkil, Bendahara, serta Operator Keuangan. Fokus utama dari koordinasi ini adalah penyelarasan persepsi terkait pelaporan keuangan serta persiapan menghadapi audit rutin demi mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Koordinasi ini menjadi sangat krusial mengingat dinamika aturan keuangan negara yang terus berkembang. Melalui pertemuan ini, BPK memberikan arahan strategis mengenai:
- Ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan.
- Validitas data pada setiap transaksi belanja negara.
- Optimalisasi penggunaan aplikasi keuangan terbaru guna meminimalisir kesalahan input data.
Sinergi Demi Integritas Lembaga
Sekretaris MS Singkil menyampaikan bahwa kehadiran tim keuangan secara lengkap—mulai dari manajerial hingga operator—adalah bentuk komitmen MS Singkil dalam menjaga marwah lembaga.
"Koordinasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya preventif agar setiap rupiah yang dikelola MS Singkil dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku. Kami berkomitmen penuh mendukung transparansi keuangan di bawah payung Mahkamah Syar'iyah Aceh," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Harapan ke Depan
Dengan terlaksananya koordinasi ini, diharapkan seluruh operator keuangan di lingkungan MS Singkil memiliki pemahaman yang lebih tajam mengenai teknis pelaporan dan manajemen risiko. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang terus diupayakan oleh Mahkamah Agung RI, khususnya pada satuan kerja di wilayah Aceh.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara perwakilan BPK dengan para peserta daring dari berbagai wilayah di Aceh.


