herdermssingkil2

SINGKIL – Mengawali pekan pertama di bulan Februari 2026, seluruh jajaran aparatur Mahkamah Syar’iyah Singkil kembali melaksanakan rutinitas wajib Apel Pagi pada Senin, 02 Februari 2026. Bertempat di halaman utama kantor, kegiatan ini berlangsung khidmat di bawah langit pagi Aceh Singkil yang cerah.

IMG 20260202 WA0030

Bertindak sebagai Pembina Apel adalah salah satu Hakim senior Mahkamah Syar’iyah Singkil. Kehadiran unsur hakim sebagai pembina apel menegaskan pentingnya sinkronisasi antara integritas yudisial dan kedisiplinan administratif dalam menjalankan roda organisasi peradilan.

Meneguhkan Integritas dan Pelayanan Prima

Dalam amanatnya, Pembina Apel menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar seremoni berdiri di lapangan, melainkan momentum untuk melakukan "recharge" niat dan semangat. Beliau menyampaikan bahwa setiap aparatur, mulai dari pimpinan hingga staf PPPK, adalah wajah dari keadilan di bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili.

"Kualitas pelayanan kita kepada masyarakat pencari keadilan sangat ditentukan oleh kesiapan mental kita di awal pekan. Kedisiplinan yang kita tunjukkan hari ini adalah bentuk komitmen kita terhadap amanah publik," ujar sang Hakim dalam arahannya.

IMG 20260202 WA0027

Poin Utama Amanat Apel

Ada tiga poin krusial yang digarisbawahi dalam pengarahan pagi ini:

  1. Percepatan Penyelesaian Perkara: Memasuki bulan kedua tahun 2026, hakim mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dalam penginputan data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).
  2. Peningkatan Kualitas ZI (Zona Integritas): Seluruh aparatur diminta konsisten mempertahankan predikat wilayah bebas korupsi dengan memberikan pelayanan yang transparan dan tanpa pungli.
  3. Kebersihan dan Kerapian (5R): Lingkungan kerja yang nyaman akan berbanding lurus dengan produktivitas kerja dan kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung.

Semangat Baru di Tahun 2026

Pelaksanaan apel pagi ini juga menjadi ajang koordinasi singkat antar unit kerja. Dengan semangat baru di tahun 2026, MS Singkil terus berbenah diri melalui inovasi digital guna mempermudah akses keadilan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon kelancaran dalam menjalankan tugas sepekan ke depan, dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman untuk mempererat tali silaturahmi (muwafaqah) antar pegawai sebelum memulai aktivitas di ruang kerja masing-masing.