Singkil | ms-singkil.go.id – Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima (Pelayanan Prima) serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), Mahkamah Syar’iyah Singkil kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan aparatur sipil negara. Kali ini, Teknisi Sarana dan Prasarana Mahkamah Syar’iyah Singkil, Nanda Eko Abdillah, S.T., berkesempatan mengikuti kegiatan Pelatihan Teknik Komunikasi Efektif dan Public Speaking secara Online Batch IV Angkatan VII Tahun 2026.
Kegiatan pelatihan berskala nasional ini berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 17 s.d. 19 Juni 2026. Mengingat efisiensi dan jangkauan wilayah yang luas, pelatihan diselenggarakan secara daring (online) dengan menghadirkan para instruktur dan pakar komunikasi profesional sebagai pemateri utama.
Urgensi Komunikasi Efektif di Lingkungan Peradilan
Sebagai seorang Teknisi Sarana dan Prasarana, tugas pokok tidak hanya berkaitan dengan hal-hal teknis dan pemeliharaan aset fisik kantor. Di era keterbukaan informasi dan penegakan sistem manajemen mutu, kemampuan berinteraksi, berkoordinasi, serta mempresentasikan sebuah gagasan atau laporan teknis menjadi aspek yang tidak kalah krusial.
Komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan ketika melakukan koordinasi lintas bagian—baik dengan pimpinan, jajaran hakim, kepaniteraan, kesekretariatan, maupun pihak eksternal/rekanan yang bekerja sama dengan Mahkamah Syar’iyah Singkil. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk menyampaikan pesan teknis yang kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami, sistematis, dan persuasif.
Materi Komprehensif dan Interaktif
Selama tiga hari intensif, Pelatihan Batch IV Angkatan VII ini mengupas tuntas berbagai materi fundamental dan praktis, di antaranya:
- Dasar-Dasar Komunikasi Efektif: Memahami psikologi audiens, teknik mendengarkan aktif (active listening), serta mengatasi hambatan komunikasi (communication breakdown).
- Seni Public Speaking & Presentation Skills: Teknik menyusun materi presentasi yang menarik, penguasaan panggung (meskipun dalam ruang virtual), pengaturan intonasi suara (vocal vocalics), serta pengelolaan rasa cemas (speech anxiety).
- Komunikasi Non-Verbal dan Profesionalisme: Pentingnya bahasa tubuh (body language), kontak mata, dan penampilan profesional dalam membangun kredibilitas instansi.
- Praktik dan Simulasi Mandiri: Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diwajibkan melakukan simulasi berbicara di depan kamera, yang kemudian dievaluasi secara langsung oleh para mentor.
Mendukung Kinerja Instansi dan Pelayanan Publik
Ditemui di ruang kerjanya, Nanda Eko Abdillah, S.T., menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan yang diberikan oleh pimpinan Mahkamah Syar’iyah Singkil. Menurutnya, pelatihan ini membuka cakrawala baru bahwa kemampuan komunikasi adalah aset penting bagi setiap aparatur, tanpa memandang latar belakang disiplin ilmunya.
"Pelatihan ini sangat membuka wawasan. Sebagai teknisi, sering kali kami harus menjelaskan kendala fasilitas, rencana pemeliharaan aset, atau pengadaan sarana kerja kepada pimpinan maupun rekan sejawat. Dengan teknik komunikasi yang tepat, koordinasi internal akan berjalan lebih cepat, minim miskomunikasi, dan output kerja menjadi lebih optimal demi kenyamanan masyarakat pencari keadilan di MS Singkil," ujarnya.
Apresiasi dan Harapan Pimpinan
Secara terpisah, pimpinan Mahkamah Syar’iyah Singkil memberikan apresiasi yang tinggi atas keikutsertaan perwakilan staf dalam diklat fungsional ini. Pimpinan berharap agar ilmu dan strategi komunikasi yang telah diserap selama tanggal 17 hingga 19 Juni ini dapat segera diimplementasikan dalam ritme kerja sehari-hari.
Peningkatan kompetensi soft skills seperti public speaking ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi soliditas internal organisasi, memperkuat keterbukaan informasi, serta mendukung penuh program-program strategis Mahkamah Syar'iyah Singkil dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan publik yang akuntabel, transparan, dan profesional.


